Posted by : Sufyan Saori
Senin, 11 Juni 2018
Ketika manusia merasa lapar, maka maka manusia akan berupaya untuk melakukan sesuatu agar rasa lapar tersebut menghilang. Usaha-usaha tersebut mendorong manusia untuk berupaya mencari makanan. Manusia awalnya mencoba-coba memakan hewan atau tumbuhan yang ada disekitarnya. Usaha tersebut terkadang benar, terkadang pula salah. Seiring berjalannya waktu akhirnya manusai bisa membedakan mana yang bisa dijadikan makanan mana yang tidak bisa dijadikan makanan.
Sumber bahan makanan manusia yang berasal dari sekitar dapat berasal dari hewan, misalnya daging sapi, ayam, dan lain-lain. Awalnya manusia memakannya dengan olahan yang sederhana bahkan mungkin tanpa dimasak terlebih dahulu. Selanjutnya, sejalan dengan perkembangan pemikiran, manusia mulai mencari cara bagaimana agar bahan makanan tersebut menjadi lebih berkualitas, misalnya daging untuk bahan makanan diolah agar menjadi lebih baik kualitasnya, kualitas yang dimaksud adalah seperti daging yang lebih lunak, higienis, serta bebas dari kuman penyakit. Bagaimana syarat-syarat tersebut bisa terpenuhi ? Akhirnya, manusia menemukan gagasan, yaitu dengan cara menggoreng, merebus, membakar, atau dengan proses yang lain. Perisitwa ini merupakan contoh dari awal mula ditemukannya ilmu, yaitu dengan cara berpikir sederhana dan dilakukan dengan cara mencoba-coba, sampai selanjutnya mendapatkan pengalaman yang menjadi dasar sebuah pengetahuan.
Seiring dengan perkembangan zaman, pola pikir manusia semakin berkembang pula. Manusia mulai memikirkan tentang alam sekitar berdasarkan keingintahuannya, dengan mengadakan pengamatan dan penyelidikan sehingga ilmu pengetahuan semakin berkembang dengan pesat. Hal ini saling terkait dengan kehidupan masyarakat yang sejalan dengan perkembangan teknologi. Contohnya, penemuan varietas bibit unggulm kawin suntik pada sapi, kelapa hibrida, padi hasil mutasi buatan dari Batan, yaitu jenis Atomita yang berguna untuk meningkatkan produksi pangan bagi manusia. Akan tetpai, di sisi lain dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dapat menimbulkan dampak negatif, seperti munculnya pencemaran lingkungan.
Ilmu pengetahuan sendiri adalah kumpulan konsep, prinsip, hukum, dan teori yang dibentuk melalui serangkain kegiatan ilmiah. Bagaimana sifat atau ciri ilmu pengetahuan ? Suatu pengetahuan dapat disebut sebagai ilmu pabila memenuhi syarat atau ciri-ciri berikut :
1. Memiliki Objek Kajian
Suatu ilmu harus memiliki objek kajian, contoh ilmu matematika memiliki objek kajian angka-angka, ilmu kimia memiliki objek kajian berupa zat-zat beserta sifatnya.
Sumber bahan makanan manusia yang berasal dari sekitar dapat berasal dari hewan, misalnya daging sapi, ayam, dan lain-lain. Awalnya manusia memakannya dengan olahan yang sederhana bahkan mungkin tanpa dimasak terlebih dahulu. Selanjutnya, sejalan dengan perkembangan pemikiran, manusia mulai mencari cara bagaimana agar bahan makanan tersebut menjadi lebih berkualitas, misalnya daging untuk bahan makanan diolah agar menjadi lebih baik kualitasnya, kualitas yang dimaksud adalah seperti daging yang lebih lunak, higienis, serta bebas dari kuman penyakit. Bagaimana syarat-syarat tersebut bisa terpenuhi ? Akhirnya, manusia menemukan gagasan, yaitu dengan cara menggoreng, merebus, membakar, atau dengan proses yang lain. Perisitwa ini merupakan contoh dari awal mula ditemukannya ilmu, yaitu dengan cara berpikir sederhana dan dilakukan dengan cara mencoba-coba, sampai selanjutnya mendapatkan pengalaman yang menjadi dasar sebuah pengetahuan.
Seiring dengan perkembangan zaman, pola pikir manusia semakin berkembang pula. Manusia mulai memikirkan tentang alam sekitar berdasarkan keingintahuannya, dengan mengadakan pengamatan dan penyelidikan sehingga ilmu pengetahuan semakin berkembang dengan pesat. Hal ini saling terkait dengan kehidupan masyarakat yang sejalan dengan perkembangan teknologi. Contohnya, penemuan varietas bibit unggulm kawin suntik pada sapi, kelapa hibrida, padi hasil mutasi buatan dari Batan, yaitu jenis Atomita yang berguna untuk meningkatkan produksi pangan bagi manusia. Akan tetpai, di sisi lain dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dapat menimbulkan dampak negatif, seperti munculnya pencemaran lingkungan.
Ilmu pengetahuan sendiri adalah kumpulan konsep, prinsip, hukum, dan teori yang dibentuk melalui serangkain kegiatan ilmiah. Bagaimana sifat atau ciri ilmu pengetahuan ? Suatu pengetahuan dapat disebut sebagai ilmu pabila memenuhi syarat atau ciri-ciri berikut :
1. Memiliki Objek Kajian
Suatu ilmu harus memiliki objek kajian, contoh ilmu matematika memiliki objek kajian angka-angka, ilmu kimia memiliki objek kajian berupa zat-zat beserta sifatnya.
2. Memiliki Metode
Pengembangan ilmu pengetahuan tidak dapat dilakukan secara asal-asalan, tetapi menggunakan cara atau metode tertentu. Metode yang digunakan itu bersifat baku dan dapat dilakukan oleh siapapun.
3. Bersifat Sistematis
Dalam Biologi, kita akan mempelajari tentang sel, maka materi yang akan kita pelajari perlu mendapat dukungan materi lain, misalnya tentang jaringan, organ, sistem organ, dan individu. Demikian pula sebaliknya, sehingga pengetahuan-pengetahuan itu tidak saling bertolak belakang. Ilmu pengetahuan harus memiliki hubungan ketergantungan dan teratur, tidak boleh ada unsur-unsur yang saling bertolak belakang.
4. Bersifat Universal
Kebenaran yang disampaikan oleh ilmu harus berlaku secara umum.
5. Bersifat Objektif
Bagaimana jika ilmu bersifat tidak objektif ? Dapatkah ilmu tersebut dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat manusia ? Sebuah ilmu harus menggambarkan secara apa adanya, yaitu mengandung data dan penyataan yang sebenarnya (bersifat jujur), bebas dari prasangka, kepentingan, atau kesukaan pribadi.
6. Bersifat Analitis
ilmu dapat terbagi-bagi menjadi bagian yang lebih rinci guna memahami berbagai hubungan, sifat, serta peranan dari bagian tersebut.
7. Bersifat Verifikatif
Suatu ilmu mengarah pada tercapainya suatu kebenaran.

bagus kak ditunggu artikel selanjutnya ya.
BalasHapusTerima kasih